Antologi Rasa, Pesan Singkat Kita.

Aku akan selalu ingat. Sabtu siang  hari ulangtahunmu. Ucapan ulangtahun tanpa latar belakang apapun yang ternyata mendapat balasan "gue kangen sama kita yang dulu". Percakapan itu berakhir dengan argumen yang sama. Argumen bahwa saat itu aku perlu menyelamatkan diriku sendiri dan kamu yang menginginkan temanmu kembali. Kita berdua suka bertukar buku ya, apa yang kubaca kau juga akan baca begitu juga sebaliknya. I turned you into a sap because of my romance novel. We've sung and hunted Adhitia Sofyan's album after one novel quoted Blue Sky Collapse. I always associate that song with you. That song is simply our song for me, no matter how ironical it seems. Setelah argumen panjang itu, aku teringat lagi dengan apa yang pernah dituliskan Ika Natassa dalam Antologi Rasanya. "What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover". Mungkin rasanya kita, terutama aku perlu mengerti kalimat tersebut. Bahwa apa yang kita inginkan pada seseorang, mungkin saja bukan apa yang seharusnya mereka berikan untuk kita. I want a lover outta you, but maybe the best thing that you can give me is friendship. It sounds pathetic, I know. But, I have come to a realization that you are indeed my best friend first, before anything else. Aku juga ternyata butuh kamu sebagai temanku, dan kalau bukan kamu, nanti pasti ada lagi yang seperti kamu dan I will find a lover in him. And when that day come, I also want you to be there for me as my friend. Jadi, aku baik-baik saja dan kita tetap baik-baik saja. Kita hanya perlu menemukan, dan aku sudah menemukanmu kembali, as my long lost friend.

Philippines, Finding a New Family.

Philippines. AIESEC. My Ambition.
Pertama berangkat ke filipin was my first abroad experience. It was terrifying hahaha. CUPU. Ya di pesawat sendiri terus agak kagok juga englishnya. Jadi selama dari SHIA ke KLIA okedeh masih ada bahasa melayunya. English dengan accent yang sama, I'm fine. Tapi dari KLIA ke NAIA, man that was something. Udahlah flight sore, terus sampe NAIA udah malem. Pas sampe, ditanya mas mas imigrasi sana "mau kemana?" terus hah hoh hah hoh doang *gak deng* "gue jawab mau volunteering." dia tanya lagi "dimana?" gue jawab dong "ke My Children House of Hope" dia tanya lagi "apaan tuh?" LAH? oke gue elaborasi sedikit, terus dibolehin masuk. Beli SIMCard HP sana yang mirip telkomsel for 100 peso. Mahal yak, tapi udah sekalian paket internet dan pulsa sih. Hampir semua operator jualan di international arrival ini soalnya sasarannya turis yang butuh nomor telepon filipina. Sampe sana dijemput oleh anak AIESEC yang baik hati. Jadi jarak NAIA ke EP House gue tuh kaya dari SHIA ke jakarta selatan gitu deh kira-kira.