Industri Petrokimia

Produk petrokimia merupakan produk lanjut dari hasil pengolahan minyak dan gas bumi guna memperoleh nilai tambah yang lebih besar. Produk petrokimia yang dihasilkan dari hasil pengolahan minyak bumi berupa naptha, dan kondensat adalah produk aromatik (benzene, toluene dan xylene) dan produk olefin (ethylene, propylene dan butadiene) yang merupakan bahan baku untuk industri sandang, karet, sintetis, plastik, dll.
Produk petrokimia yang dihasilkan dari pengolahan gas bumi adalah methanol, urea, ammonia yang merupakan bahan baku untuk industri perekat, pupuk, dll.
Industri petrokimia Pertamina yang berbahan baku minyak dan gas bumi antara lain Kilang Metanol di Pulau Bunyu Kalimantan Timur, Kilang Purified Terephthalic Acid (PTA) dan Kilang Polypropylene (Polytam) di Plaju, Sumatra Selatan, Kilang Paraxylene dan Benzene di Cilacap, Jawa Tengah.

Beberapa manfaat dari produk industri petrokimia :

A. Aspal
Manfaat produk petrokimia yang beragam tersebut tentu saja sangat besar
bagi masyarakat . Misalnya aspal, kita semua pasti mengenal dan merasakan
manfaatnya. Apa jadinya jika jalan tidak dilapis aspal? dimusim hujan becek,
dimusim kemarau berdebu.Kegunaan lain aspal digunakan untuk pelapis tanggul,
pelapis tahan air, sebagai bahan isolasi, pelapisa anti korosi pada logam
dan juga sebagai bahan campuran pada pembuatan briket batubara.

B. Lilin
Hampir disetiap rumah tangga ada lilin, sebagai cadangan bila lampu dari
PLN padam. Lilin jenis ini oleh pertamina diproduksi dengan nama Hard Semi
White Wax dan Fully Refined White Wax. Tapi selain untuk penerangan, kedua
jenis lilin tersebut juga dapat digunakan sebagai kertas lilin pembungkus,
bahan baku semir serta pengkilap lam\ntai dan mebel.

C. Polytam PP (Polipropilena Pertamina)
Kantong plastik, karung plastik, film, produk cetakan (moulding) dan tali
rafiaadalah produk yang sangat memasyarakat. Produk tersebut dibuat dengan
menggunakan bahan polytam pp. Pertamina kini memasarkan dua macam polytam
PP,yaitu Fill Grade -F600 dan Yarn Grade -F401.

D. Methanol
Methanol dapat digunakan sebagai lem untuk industri plywood (formaldehyde/
adhesive) bahan baku untuk pembuatan dimeti tereptalate, methylamines,
methycloride, methylmetha orylate, bahan bakar kendaraan bermotor sebagai
methytertiary buthylether, bahan bakar pesawat, bahan bakar jenis methyl
fuel, bahan pelarut jenis nitro cellulose, dyes, resin, insektisida,dehidra-
tor gas alam, dan sebagai bahan baku untuk industri protein sintesis dengan
fermentasi berkesinambungan.

E. Petrolium Cokes
Hati-hati dengan produk satu ini bukanlah sebagai minuman, atau merupakan
saudara kandung coca cola yang di America serikat populer disebut Cokes.
Bila cokes diproduksi dengan bahan dasar tanaman cola, maka petrlium cokes
tersiri dari dua macam yakni; Green coke merupakan produk samping dari
proses pengolahan residu untuk bahan dasar minyak. Green coke bermanfaat
sebagai bahan baku Calcined coke,yang berfungsi sebagai reduktor dalam
proses peleburan timah,bahan bakar padat atau bahan penambahan kadar karbon
pada industri logam.Satunya lagi adalah Calcined coke berguna sebagai elek
troda dalam proses pengolahan aluminium pada industri Kalsium Karbida
(CaC2), bahan baku industri elektroda grafit, bahan bakar padat atau bahan
penambah kadar karbon pada industri modern, dan sebagai unsur pengisi pada
industri baja (sebagai karbon).

F. Solvent
Pertamina memproduksi lima macam solvent, yakni;
- Low Aromatic White Spirit (LAWS) yang berguna sebagai pengencer cat dan
vernis, pelarut untuk warna cetakan, industri tekstil (printing), bahan
pembersih (dry cleaning solvent), bahan baku pestisida.
- Special Boiling Point (SBP-XX) yang berguna sebagai adhesive dan pelarut
karet, pelarut pada industri (cat dan tinner,tinta cetak,industri farmasi
seperti perekat pada salonpas), industri kosmetika.
- Special Gas Oil, digunakan pada industri farmasi, khususnya pembuatan
pil kina, sbagai solvent dalam proses ekstraksi kulit kina.
- Minasil-M, digunakan sebagai industri cat, thinner vernis, industri
tinta cetak, industri karet dan adhesive, dan industri farmasi.
- Pertasol CA dan CB, petasol CA banyak digunakan sebagai pengencer pad
acat, lacquers, venis, pelarut dan pengencer pada tinta cetak, komponen
dalam proses pembuatan karet pada pabrik ban dan vulkanisir, adhesive
seperti lem/gum, industri farmasi (kosmetika) dan industri cleaning dan
degreasing. sedangkan Pertasol CB banyak digunakan sebagai pengencer pada
cat, lascuers, vernis, pelarut dan pengencer tinta cetak, dry cleaning
solvent printing pada tekstil.

G. Processing Oil
Processing Oil terdiri dari dua macam yakni Minarex - B yang berguna,
pertama;sebagai processing oil pada industri telapak ban kendaraan bermotor,
bantalan jembatan, sol sepatu kanvas dan sol karet cetak. Kedua; platicizer
secunderpada industri selang PYC, kulit imitasi, sol lentur cetak PVC, dan
sebagai palarut pada industri tinta cetak. Paraffinic Oil 60 dan 95 berman-
faat sebagai processing oil pada telapak ban, sepatu dan sol karet, karpet
karet, pipa plastik, pengganti dioktilptalat pada industri tinta cetak.

H. Kimia Pertanian
Produk kimia pertanian terbagi menjadi dua macam, yakni; Tenac Stiker yang
bermanfaat sebagai bahan perekat dan perata pestisida. Sedangkan TB 192
berguna untuk menutup luka tanaman / bidang sadap tanaman karet, mencegah
pengeringan bidang sadap.

Keanekaragaman produk petrokimia diatas menunjukan bahwa kehidupan umat
manusia sulit dipisahkan dari hasil - hasil minyak bumi. Hari demi hari,
minggu demi minggu, produk petrokimia selalu menjadi dambaan kehidupan
kita.

boleh dapet ini dari sebuah blog *lupa blognya*
dan ini tuh pelajaran kimia kelas X di SMA Negeri 8 Tangerang sama ibu sriwati! :)

Asal mula tanda baca

1.    Tanda Tanya

Pada awalnya, dalam bahasa latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata "Questio" di akhir kalimat untuk menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tanya. Maka untuk menghemat tempat, kata tersebut akhirnya disingkat menjadi qo, yang kemudian dimampatkan lagi menjadi huruf q kecil di atas huruf o, yang akhirnya makin lama makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

2. Tanda Seru

Seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam bahasa Latin "io" yang berarti "seruan kegembiraan". ketika huruf i ditulis di atas huruf o, lama-lama dipersingkat seperti tanda seru kita sekarang ini.

3. Tanda Sama Dengan

Ditemukan oleh ahli matematika Inggris Robert Recorde pada 1557, dengan pemikiran seperti ini (dalam bahasa Inggris kuno) "I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gmowe [i.e., twin] lines of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle." atau terjemahannya: "Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini." Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya 5 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.

4. Ampersand (&)

Simbol ini adalah bentuk stilir dari "et" dalam bahasa Latin yang berarti "Dan." Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis dari abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad kemudian. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tapi masih tanpa mana. Jadi di awal 1800-an ini mereka belaar ABC dengan "and per se, and" yang berarti "&" dan kemudian karena saking cepatnya dibaca, akhirnya menjadi "ampersand".

5. Octothorp(#)

Nama aneh untuk tanda penomoran ini datang dari kata "Thorpe", kata dalam bahasa Normandia Kuno untuk desa atau tanah pertanian yang sering ditemui dalam bahasa Inggris untuk nama tempat. AWalnya digunakan untuk pembuatan peta, yang berarti desa yang di kelilingi delapan pertanian. Karena delapan (octa) dan pertanian (thorpe), maka muncul nama ini, Octothorp.


sumber:gue lupa -_- tapi ini bukan tulisan gue :p

Pesan Ibu


Aku baru bangun dan langsung melihat kejendela. Pagi  itu matahari seperti enggan keluar. Hari ini adalah hari minggu yang mendung. Aku yang berniat main hari ini pun lesu menatap kelangit. Aku melihat sekilas kelapangan dan lapangan itu kosong. Ya, kosong karena hujan ternyata sudah turun. Teman-temanku pasti tidak jadi bermain dilapangan hari ini. Aku menjadi tidak bersemangat dan malas untuk bangun dari tempat tidur.
Tapi ibu bangun dan menyuruhku lekas sholat dan mandi. Aku bangun dari tempat tidur dan segera berwudhu. Aku tidak mandi karena suasana pagi itu dingin dan sangat enak untuk tidur. Aku memutuskan untuk tidur kembali sehabis sholat, mumpung sekarang hari libur aku ingin tidur sepuasku.
“dimas bangun dim! Udah siang nih!”kata ibuku
“emang iya bu?”tanyaku dengan wajah masih mengantuk.
“emang iya! Nih lihat udah jam 11.00!”omel ibuku.
Aku langsung bangun dan segeraa mengambil handuk. Ternyata diluar hujan masih turun dan sepertinya akan turun lebih lama lagi. Airnya dingin sekali. Aku kedinginan setelah mandi, lalu segera memakai baju. Aku disuruh makan oleh ibu. Aku bingung ini masih bisa disebut sarapan atau tidak.
 Setelah makan,aku duduk diruang tamu memandangi hujan. Aku sangat merasa bosan dirumah. Aku mondar-mandir diruang tamu. Aku bingung ingin mengerjakan apa. Mau main diluar,pasti dilarang ibuku karena petir terus menyambar dan hari masih hujan. Mau bikin PR, aku malas karena aku merasa minggu adalah hari libur dan jauh dari tugas. Aku bingung dan menggerutu sendiri.
”Ah,hujan mulu daritadi!” gerutuku.
“kamu kenapa sih dim? ngedumel sendri gitu. Hujan itu disyukuri nak” ujar ibuku.
Ibu ternyata memperhatikanku dari tadi. Aku diam. Aku tahu, kalau aku berkata aku sedang bosan dirumah ibuku pasti menyuruhku membantunya. Ibuku sedang merapikan rumah dan setelah itu ia ingin membuat kue. Kalian tahukan kalau aku hanya sedang ingin bermain diluar? Tapi akhirnya aku memilih membantu ibu daripada tidak melakukan apa-apa.
Setelah membantu ibu, hujan berhenti. Ternyata hujannya cukup lama karena baru berhenti pada pukul 02.00 siang. Aku melihat lapangan sudah ramai dengan anak-anak. Aku segera mengambil sepedaku. Dan langsung menuju lapangan tetapi tiba-tiba ibu berteriak,
“awas dim pulangnya jangan sore-sore!bawa sepedanya hati-hati jangan ngebut ya!”perintah ibu.
“iya bu, tenang!”sahutku.
Aku sangat senang karena bisa bermain bersama teman-teman. Dilapangan sudah ramai anak-anak yang berkumpul. Ada Irfan,Ridwan,Yogi,Arif,Tria,Bela dan Dila. Mereka semua adalah tetanggaku. Kami semua tinggal di satu komplek yang sama.  
Kami memutuskan untuk bermain petak umpet dahulu. Setelah bosan kami berfikir untuk mengadakan balap sepeda karena biasanya sesudah hujan pasti lapangan didepan rumahku basah. Lapangan tidak berumput yang basah ini kami gunakan sebagai arena balap. Kami semua memilih satu lawan untuk bertanding. Bela dan Dila juga ikut karena dua temanku ini adalah anak yang tomboy. Aku melawan Tria,Irfan melawan Bela,Yogi melawan Arif, dan Dila melawan Ridwan.
Irfan dan Bela yang mendapat urutan pertama langsung bersiap dilapangan. Mereka mengambil ancang-ancang untuk memulai balap. Aku menjelaskan aturannya yaitu balap dilakukan 3 kali putaran lapangan dan yang pertama sampai finish dialah yang menang. Pemenang pertama akan diadu lagi dengan pemenang kedua,ketiga dan keempat.
Balapan pun dimulai, Irfan dan Bela saling kejar hingga akhirnya beladikalahkan oleh irfan.
“Seharusnya gue yang menang tuh.”ujar Bela tidak terima.
“enak aja, kalah sih kalah aja!”tangkis Irfan tak mau kalah.
“udahan ah ayo lanjut balapnya!”ujar Tria.
                Kali ini, aku dan Tria yang akan balapan. Aku dan Tria bersiap. Aku ingin menang melawan Tria dan aku bertekad akan mengayuh sepeda sekencang mungkin. Tapi tiba-tiba akau ingat pesan ibu agar jangan bawa sepeda dengan kencang. Tapi aku mengabaikannya. Aba-aba pun diberikan dan aku langsung mengayuh sepeda dengan kencang.
                Mungkin aku berdosa karena tidak mengingat pesan ibu maka, aku jatuh saat sedang belok dan membentur batu yang tajam. Betis sampingku berdarah dan sedikit terbelah. Aku meringis kesakitan dan teman-teman langsung membantuku berdiri. Balap pun dihentikan dan mereka semua mengantarku pulang.
Sampainya dirumah ibu kaget karena darah terus mengalir dari kakiku. Ibu langsung membersihkan lukaku dengan antiseptic dan segera membawaku keklinik terdekat. Untunglah lukanya tidak terlalu parah dan sobeknya hanya sedikit, sehingga tidak memerlukan jahitan.
Pulang dari klinik ibu langsung bertanya kenapa aku bisa terjatuh. Aku lalu berterus terang pada ibu bahwa aku balapan dan mengabaikan nasihatnya. Aku lalu minta maaf pada ibu. Ibu berkata agar aku selalu melakukan apa yang ibu perintah karena biasanya omongan seorang ibu merupakan do’a. mulai saat itu aku terus mengingatnya agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini.

cerpen buatan gue asli nih! huhuhuhu *bangga*