Langsung ke konten utama

Postingan

Do you like yourself?

Have you ever feel that you don’t even know yourself anymore because you’re trying too hard? Because you’re trying so hard you don’t even recognize yourself. Maybe you change for the better, but still, you don’t recognize the person who appears in the mirror. Until you reach one point when you don’t like that person. It’s a complicated thought, I realize. Maybe you like the appearance of the person that staring straight back at you on the mirror, but you hate how bitter and unhappy she look. The question remains though, how come you don’t like yourself if you change for the better? I guess, that’s how fucked up we are as human. We always hate ourselves a little.
Postingan terbaru

Maybe?

I would very much like to go anywhere in the world with you. You’ll get to choose the destination and I’ll be happy to follow you anywhere. We can spend the time lounging in the hotel room, or we can walk around and dine like locals. We can go sightseeing, or we can just find the comfiest park then put the headphone on as we gaze at the sky. Maybe. Somewhere in the future. When the voices in my head are finally making any senses, I’ll find you and I’ll travel to the end of the world with you.

Me being boring.

Hari ini agak terkejut sih. Sequence of information yang didapat hari ini agak mengejutkan. Jadi teman gue ada yang sedang berbahagia. Mereka awalnya bersahabat cukup lama. Sampai hari ini mereka memberi kabar bahwa mereka resmi menyandang status sebagai lover, a couple, as in a man and a woman. I was surprised, still am. But I am happy for them. Mereka berdua sahabat baik gue, mengenal gue lebih dari siapapun mengenal gue. Kita udah tau lah baik-buruknya masing-masing. Gue selama ini berpikir pertemanan ini udah sampe tahap dimana nggak bakal saling suka lagi, udah lewatlah masa yang kaya gitu. Kalaupun nyaman ya pasti nyaman sebagai abang/adek/saudara. Hari ini resmi pemikiran gue dipatahkan. Mereka berdua resmi pacaran. I am happy that they finally find each other. Gue tanya mereka "How come?" Salah satu dari mereka menanggapi "setelah jalan beberapa kali berdua, nyaman aja gitu rasanya." Damn, I remember how that feel.

Gue jadi mikir, now I know exactly kenapa…

Phillipines, Elaborating the Meaning of "Home"

Pernahkan kepikiran buat melakukan sesuatu, and then (with a little bit push from pulay) gue jadi mikir "hell yeah I'm gonna do it". That's exactly what happened ketika gue memutuskan buat daftar AIESEC Summer Global Citizen 2016. Setelah beberapa proses seleksi di LC lokal, sampailah pada proses memilih project. Where to? I didn't know, kemana aja deh asal bisa merasakan tinggal sendiri diluar negeri with new cultures around me. Tapi, gue gak mau project yang ngajar bahasa inggris gitu doang, sampai akhirnya gue menemukan Wonder Project in Quezon City Manila.
Pertama kali lihat deskripsi WonderProject ini, langsung kepikiran gue suka banget sama apa yang sudah dan akan mereka lakukan. Langsung daftar! Seminggu kemudian langsung interview. Dang! Seminggu kemudian lagi langsung diterima! oh I'm so happy!


Mulai deh urus-urus Visa Filipina. Kenapa harus diurus? bukannya gratis? Jadi, Visa antar negara ASEAN itu gratis kalau perginya dibawah 21 hari. Karena gue n…

Fantastic Someone and Where to Find Him

Recently I found an interesting statement in the internet. I forget from where, but it is about Fantastic Beast and Where to Find Them. It said something like this:
"What they (Newt Scamander and Leta Lestrange) had was more than friendship but less than fully romance. He doesn’t know what she liked anymore, because people change. He changes. She was a taker, and he needs a giver."

Interesting, isn't it? Does being a giver or taker matter, though? I wonder what am I then if it is what it takes to really find who I have been looking for.

Mungkin

Kenapa jadi seperti ini?
Mungkin karena kita sadar dan muncul pertanyaan dikepala masing-masing, kenapa bisa sedekat ini? Kita ini apa? pertanyaan itu mengakar hingga memunculkan kejelasan tentang arti "Kita". Mungkin, karena kita telah mengerti makna "Kita" untuk masing-masing. Kita telah mengerti apa arti keberadaan satu sama lain. Arti dia untukku dan artiku untuknya. Mungkin karena makna "Kita" berbeda untuk satu sama lain. -Aku Merindukan Kamu yang Dulu-

Apa Kabar Kamu yang Selalu Jadi Orang Pertamaku?

Untuk yang aku sayang sepenuh hati. Mungkin ini tidak akan pernah kamu baca, tapi ketahuilah aku menulisnya memang untuk tidak kau ketahui. Apa kabarnya kamu hari ini? Aku sudah lupa bagaimana rasanya berbicara panjang denganmu. Aku tidak tahu apakah kamu menyadari sesuatu tentangku atau tidak, namun aku berharap kamu mengerti. Sejak saat itu, setelah aku tersentak dan menyadari semuanya aku bergegas untuk bersiap. Bersiap untuk apa? Bersiap untuk tidak lagi ada didekatmu. Kenapa aku harus tidak berada didekatmu walaupun itu sulit? Karena aku menyadari pada akhirnya jika aku terus didekatmu, semuanya menjadi lebih sulit.