Langsung ke konten utama

Postingan

Me being boring.

Hari ini agak terkejut sih. Sequence of information yang didapat hari ini agak mengejutkan. Jadi teman gue ada yang sedang berbahagia. Mereka awalnya bersahabat cukup lama. Sampai hari ini mereka memberi kabar bahwa mereka resmi menyandang status sebagai lover, a couple, as in a man and a woman. I was surprised, still am. But I am happy for them. Mereka berdua sahabat baik gue, mengenal gue lebih dari siapapun mengenal gue. Kita udah tau lah baik-buruknya masing-masing. Gue selama ini berpikir pertemanan ini udah sampe tahap dimana nggak bakal saling suka lagi, udah lewatlah masa yang kaya gitu. Kalaupun nyaman ya pasti nyaman sebagai abang/adek/saudara. Hari ini resmi pemikiran gue dipatahkan. Mereka berdua resmi pacaran. I am happy that they finally find each other. Gue tanya mereka "How come?" Salah satu dari mereka menanggapi "setelah jalan beberapa kali berdua, nyaman aja gitu rasanya." Damn, I remember how that feel.

Gue jadi mikir, now I know exactly kenapa…
Postingan terbaru

Familiarity

I am going to be honest. I can really fall for B. I really do. everything about him is easy. He challenges me without insulting me. He had no problem with me having more power than him. He is an easy person to talk to. It is easy to fall for him. But, something seems to holding me back. He is not R. He is different. I don't feel the way I'm feeling with R when I talk to B. It is so annoying. I hold R up so high on my mind it became sort of standard. It is not easy to not compare everyone I pass by with R. I tried not to. I tried to remind myself that R also did so many things that messed my insecurities up. But I guess, familiarity is a fucked up concept. You become familiar with someone, with the way they do everything to you, than you make yourself immune to anything other people are trying to do to you. It is a concept I want so hard to escape.
-K.K

Phillipines, Elaborating the Meaning of "Home"

Pernahkan kepikiran buat melakukan sesuatu, and then (with a little bit push from pulay) gue jadi mikir "hell yeah I'm gonna do it". That's exactly what happened ketika gue memutuskan buat daftar AIESEC Summer Global Citizen 2016. Setelah beberapa proses seleksi di LC lokal, sampailah pada proses memilih project. Where to? I didn't know, kemana aja deh asal bisa merasakan tinggal sendiri diluar negeri with new cultures around me. Tapi, gue gak mau project yang ngajar bahasa inggris gitu doang, sampai akhirnya gue menemukan Wonder Project in Quezon City Manila.
Pertama kali lihat deskripsi WonderProject ini, langsung kepikiran gue suka banget sama apa yang sudah dan akan mereka lakukan. Langsung daftar! Seminggu kemudian langsung interview. Dang! Seminggu kemudian lagi langsung diterima! oh I'm so happy!


Mulai deh urus-urus Visa Filipina. Kenapa harus diurus? bukannya gratis? Jadi, Visa antar negara ASEAN itu gratis kalau perginya dibawah 21 hari. Karena gue n…

Fantastic Someone and Where to Find Him

Recently I found an interesting statement in the internet. I forget from where, but it is about Fantastic Beast and Where to Find Them. It said something like this:
"What they (Newt Scamander and Leta Lestrange) had was more than friendship but less than fully romance. He doesn’t know what she liked anymore, because people change. He changes. She was a taker, and he needs a giver."

Interesting, isn't it? Does being a giver or taker matter, though? I wonder what am I then if it is what it takes to really find who I have been looking for.

Mungkin

Kenapa jadi seperti ini?
Mungkin karena kita sadar dan muncul pertanyaan dikepala masing-masing, kenapa bisa sedekat ini? Kita ini apa? pertanyaan itu mengakar hingga memunculkan kejelasan tentang arti "Kita". Mungkin, karena kita telah mengerti makna "Kita" untuk masing-masing. Kita telah mengerti apa arti keberadaan satu sama lain. Arti dia untukku dan artiku untuknya. Mungkin karena makna "Kita" berbeda untuk satu sama lain. -Aku Merindukan Kamu yang Dulu-

Apa Kabar Kamu yang Selalu Jadi Orang Pertamaku?

Untuk yang aku sayang sepenuh hati. Mungkin ini tidak akan pernah kamu baca, tapi ketahuilah aku menulisnya memang untuk tidak kau ketahui. Apa kabarnya kamu hari ini? Aku sudah lupa bagaimana rasanya berbicara panjang denganmu. Aku tidak tahu apakah kamu menyadari sesuatu tentangku atau tidak, namun aku berharap kamu mengerti. Sejak saat itu, setelah aku tersentak dan menyadari semuanya aku bergegas untuk bersiap. Bersiap untuk apa? Bersiap untuk tidak lagi ada didekatmu. Kenapa aku harus tidak berada didekatmu walaupun itu sulit? Karena aku menyadari pada akhirnya jika aku terus didekatmu, semuanya menjadi lebih sulit.

Lately...

I've been asking myself lately "Is this how it's gonna be?" then "U have to know." but then...I realise something, I don't wanna lose u. I can't take any risks by doing or saying anything that may ruin everything. Call me a coward, but I am. I can't risk anything that I have with u. U're too important to me. So, if the option is just saying it or getting hurt, as I said to u some times ago, I'd rather hurt myself.
Be happy, I love you when you do :)